KPU Goes To Campus

Mahasiswa STAI Darul Ulum Kandangan Antusias Ikuti Sosialisasi Tahapan Pemilu 

Seperti kita ketahui semua Pemilihan Umum Serentak tahun 2019 yang akan kita laksanakan pada 17 April 2019 mendatang, berbagai upaya dari Komisi Pemilihan Umum untuk mensukseskan hajatan demokrasi 5 tahunan yang sangat penting dalam penegakkan demokrasi di Indonesia.

Dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Ulum Kandangan mengadakan kegiatan KPU Goes to Campus Sosialisasi Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 Jum at 31 Agustus 2018 di Aula Kampus I STAI Darul Ulum Kandangan, kegiatan ini di hadiri 150 peserta yang yang dihadiri oleh mahasiswa dan mahasiswi  semester  I (satu), III (tiga) dan semester V (lima) dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Ahwal Syaksiyah (AS), Ekonomi Syariah (Esy), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

KPU Goes To Campus bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih khususnya mahasiswa berperan aktif dalam penyelenggaraan DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, Presiden dan Wakil Presiden, selain itu secara khususnya kegiatan ini untuk menyebarluaskan informasi mengenai tahapan jadwal dan program pemilu, meningkatkan pengetahuan pemahaman, dan kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajiban dalam pemilu dan meningkatkan partisipasi.

Kamaludin S.H.I Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang dalam sambutan beliau memaparkan dasar hukum dari penyelenggaraan pemilu ada pada UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, pada saat penyelenggaraan  pemilu sebelum ini data terakhir yang masuk ada 844 TPS di Hulu Sungai Selatan ditingkat desa dan kecamatan dengan 166.136 pemilih. Harapan beliau kepada para mahasiswa dapat berperan aktif sebagai pemilih dan sebagai penyelenggara pemilu di masyarakat serta  kepedulian terhadap calon yang akan menjadi pemimpin untuk beberapa tahun yang akan datang dengan aktifnya mencari informasi tentang riwayat kandidat, latar belakang, pendidikan, pekerjaan, dan aktifitas di masyarakat.

Sambutan Ketua STAI Darul Ulum Kandangan yang di wakili Akhmad Zaki Yamani, S.H.I Anggota Kelompok Kerja (Pokja) Pengembangan Standar Mutu (PSM) Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sistem Informasi,  menuturkan dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan partisipasi pemilih khususnya mahasiswa yang dapat berperan aktif dimasyarakat dan keluarga dalam menyampaikan pentingnya memilih. Mahasiswa sebagai pemilih yang cerdas dan berdaulat, yang akan menentukan nasib bangsa Indonesia selanjutnya. Jangan sampai ada kesalah pahaman yang mengakibatkan  pertengkaran dan perpecahan, berita yang beredar harus di filter terlebih dahulu  supaya terhindar dari berita hoaxs.

Tujuan kegiatan ini secara khusus adalah memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang demokrasi dan pemilu, dengan banyaknya kegiatan seminar/diskusi diluar perkuliahan maka akan menunjang pensuksesan program budaya akademik dan non akademik di lingkungan kampus STAI Darul Ulum Kandangan.

Dr. Samahudin Muharam, S.IP, M.Si (Dosen FISIP Unlam Banjarmasin) dalam penyampaian materi sosialisasi ini menyampaikan pembahasan yang bertemakan Peran Generasi Milenia pada pemilu tahun 2019. Generasi milineal adalah generasi muda yang berumur 17 – 37 pada tahun ini yang memiliki ciri khas tersendiri yaitu mereka lahir pada saat IT sudah canggih dan mereka sangat mahir dalam tekhnologi.

Samahudin melanjutkan pemaparannya pada masa ini Generasi muda harus berfikir kritis dan aktif dalam kontribusi baik itu politik, ekonomi dan sosial budaya, menggunakan media sosial secara bijak, membatasi dan mengawasi  kebijakan pemerintah agar tidak semena –mena dengan jabatannya. Pemilihan umum mempunyai tiga fungsi utama yaitu sarana memilih pejabat publik, sarana pertanggung jawaban pejabat publik,sarana pendidikan politik rakyat.Pemilu dikatakan demokrasi apabila memenuhi kriteria yaitu,penyelenggaraan secara periodik, pilihan yang bermakna, kebebasan untuk mengusulkan calon, hak pilih umum bagi kaum dewasa, kesetaraan bobot suara, kebebasan untuk memilih serta kejujuran dalam perhitungan suara dan pelapor hasil.

Harapan beliau seluruh penyelenggara Pemilu kabupaten Hulu Sungai Selatan terhadap generasi milenial khususnya mahasiswa yang memiliki pendidikan dapat menjadi relawan dalam penegakan demokrasi yang menjadi agent of social control atau pengawas dan pengawal dalam pemerintahan.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang mana ada 4 orang mahasiswa yaitu Husni Semester V (lima) Prodi PAI bertanya mengenai kiat dan cara pemilih cerdas untuk mengatasi money politics, Maulida Yulianda mahasiswa Semester V (lima) Prodi PAI bertanya mengenai perbedaan pilkada dengan pemilu serentak, H. Aswadi Fahmi mahasiswa Semester III (tiga) Prodi PAI bertanya mengenai solusi pemilih untuk mengetahui lebih dekat tentang mengenal caleg, penanya terakhir Muhammad Nor Hidayatullah bertanya tentang tujuan, target dan sasaran KPU dalam mengencarkan sosialisasi kepada masyarakat luas.

Narasumber memberikan jawaban pertanyaan dari penanya dengan jawaban terarah disertai humor-homur membuat peserta tidak jenuh mendengarkan penjelasan narasumber. (By:Rachma/edit: azy@staidukdg)

Leave a Reply